Katak Dalam Sumur
Kenapa hanya aku yang tak terlihat di mata mereka? Kenapa hanya aku yang selalu tertinggal? Kenapa hanya aku yang dipilih untuk pekerjaan yang membosankan? Dan kenapa hanya aku yang tak pernah diajak? Di atas sana, ribuan katak saling bersahutan, membelah sunyi dengan tawa dan percakapan. Sedangkan ia memilih diam, menyendiri dalam palung sumur terdalam. Keheningan menjadi teman, sesak menjadi rumah. Ia menelan rasa yang tak pernah sempat diucapkan: tak dikenal, tak dipedulikan, seolah keberadaannya tak pernah benar-benar dihitung.. Bahkan napasnya pun terhuyung bersama angin. Lalu ia kembali bertanya, kenapa hanya dirinya yang tak terlihat? Kenapa hanya dirinya yang seolah tak berarti? Ah… mungkin ia memang tak lebih baik dari yang lain. Mungkin ia tak cukup bersinar. Atau mungkin… ia memang tak pernah pandai menjadi seramai dunia. Sejak dulu dunianya memang sepi. Hanya dingin yang menyelimuti wajahnya, hanya sunyi yang menempel pada tenggorokannya. Ia tak pernah menjadi ramai, dan mu...